Analisis Penggunaan Diksi dan Penilaiannya Dalam Suatu Majalah

Analisis Penggunaan Diksi dan Penilaiannya Terhadap Majalah I.K. Dalam Konteks Masyarakat Sadar Teknologi

“Setelah sukses melansir tablet Galaxy Tab 10.1 yang langsung laris 1200 unit dalam 1 hari promo di Jakarta awal Juli 2011 lalu..”

Dari potongan paragraph diatas, dapat dilihat bahwa ada pengulangan kata yang sangat tidak efisien. Kata Tablet yang dilanjutkan dengan Galaxy Tab, yang mana bahwasanya adalah Tab merupakan kependekan dari Tablet itu sendiri.

Lalu dilanjutkan dengan kata-kata “..yang langsung laris 1200 unit..”. Langsung kah? Sesuatu hal yang tidak mungkin dan melebihkan-lebihkan, mengingat produk itu adalah produk pertama yang dikeluarkan oleh vendor tersebut. Penggunaan majas yang berlebih-lebihan dalam mendeskripsikan sesuatu adalah suatu kecerobohan besar. Itupun apabila dan jika memang yang diambil sebagai perumpamaan majas tersebut adalah benar-benar terjadi. Apabila tidak, tentu saja itu adalah suatu kebohongan publik yang mana adalah dalam hal layanan masyarakat yang bisaa disebut dengan “iklan”.

Solusi dari permasalahan diksi pada potongan paragraph diatas adalah dengan mengurangi sebagian kata yang bisa dikatakan tidak efisien dalam pembacaan atau menambahkan sebagian kata untuk mendeskripsikan secara lebih hal tersebut, guna  mengurangi kesalahan dalam diksi pada kalimat diatas. Seharusnya potongan paragraph diatas tertulis, “Setelah sukses melansir tablet pcnya dengan seri Galaxy Tab 10.1 yang laris terjual 1200 unit dalam 1 hari promo di Jakarta awal Juli 2011 lalu..”

Kelebihan pada artikel diatas, yang berjudul Pesona Samsung Galaxy S II adalah pada sebagian paragrafnya, yang mana bahwa pada sebagian paragraph diatas telah tidak atau mungkin sengaja mendeskripsikan sesuatu hal yang memuat beberapa pernyataan positif tentang gadget tersebut,  yang dapat menarik konsumen agar tertarik pada produk yang dipasarkan. Mengusung tema/ide tentang kebesaran juga kemuktahiran dunia IT yang tidak habis-habisnya dibicara dan tumbuh kembangan telah menjadi point tersendiri untuk artikel ini. Dengan banyaknya “majas hiperbola” dalam penggunaan kalimat yang merupakan strategi untuk menarik konsumen telah banyak dipergunakan dalam artikel tersebut, yang memberikan artikel tersebut point dan respon positif juga negative dalam pandangan masyarakat yang akan sadar teknologi.

Namun, ada beberapa hal yang memang melebih-lebihkan seperti pada bahasan diksi sebelumnya sehingga mengurangi point kebenaran yang seharusnya bisa didapatkan dengan perumpaan yang tidak pasti, yang menjadi kekurangan pada artikel tersebut.

Perbaikan sekolah yang sudah tidak layak pakai di Kabupaten Madiun, Jawa Tengah  berjalan sangat lambat sekali. Hal ini berdampak buruk bagi kesehatan siswa/i , karena kondisi ruangan kelas yang sudah tidak layak pakai.

Salah satunya di SDN Kwangen II, sudah sekitar sebulan lebih salah satu ruang kelas yang atapnya ambruk akibat lapuknya kayu pada atap tersebut dan dua ruangan lainnya juga yang terancam ambruk.Parasiswa/i pun terpaksa diungsikan akibat hal tersebut.

Murid-murid yang diungsikan sebagian ada yang belajar di mushala, sedangakan murid lainnya belajar dengan ruang kelas yang disekat dengan lemari buku.

Kepala Sekolah SDN Kwangsen II menambahkan juga, bahwa siswa/i sangat terganggu sekali dengan angina yang kencang, debu, dan kebisingan, sehingga kegiatan belajar mengajar jadi tidak effektif.

SDN Kwangsen II ini di bangun pada tahun 1979 dan dapat digunakan pada tahun 1980, sampai tahun 2011 ini belum pernah sama sekali di renovasi, ujar pak Nur Wahyudi.

Tidak hanya di SDN Kwangsen II, hal serupa terjadi juga di SDN Grobong II dan SDN kebosari. Tiga ruang kelas di SDN Kebosari rusak dan di SDN Grobong empat kelas tidak dapat dipakai akibat kelapukan, akibatnya siswa/i pun diungsikan ketempat yang lebih aman.

Pada catatan di Dinas Pendidikan yang berada di Kabupaten Madiun tercatat ada 1.300 ruangan SD yang ruangan kelasnya rusak dan angka ribuan tersebut terdapat pada 422 sekolah yang ada di Kabupaten Madiun.

Kepala Dinas Pedidikan sudah mengajukan perbaikan untuk 200 ruang kelas pada akhir tahun 2011, dengan anggaran dana sebesar 90 Milliar dari alokasi khusus pada tahun 2010, Namun hal ini pasti tidak akan berlangsung cepat karena menunggu persetujuan dana tersebut dan petunjuk teknis.

Oleh :

STEPHANUS RIAN IRWANDA / 10109175 / 3 KA 10

RASUL BIMBING WICAKSONO / 10109031 / 3 KA 10

ARISTA RAMADHAN / 10109305 / 3 KA 10

VITTO SANDRO / 10109633 / 3 KA 10

YOKE SIMEON / 13109257 / 3 KA 10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s