Tugas Teori Organisasi Umum 2 Bag. 2

1. Coba anda ukur tentang konsep diri!

-10.                                          10
<———————————–>
Tertutup                                   Terbuka

Setelah diukur dan direnungi sendiri, mungkin jika dinilai pada -10 sampai +10 konsep diri yang dimiliki berada di +7, kerena akibat suatu sifat alami dalam diri, yaitu mudah beradaptasi dengan siapa saja.
2. Coba anda tanyakan keteman anda tentang konsep diri anda?

Setelah dilakukan survei mengenai konsep diri, dan ditanyakan kepada beberapa teman ternyata point2 yang didapatkan adalah sebagai berikut :

– Pinter

– Sering kesiangan

– Sedikit malas.

3. Apa yang dimaksud dengan motivasi?

Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut.
Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara meotivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita. Motivasi Diri adalah sebuah kemampuan kita untuk memotivasi diri kita tanpa memerlukan bantuan orang lain. Kita memiliki kemampuan untuk mendapatkan alasan atau dorongan untuk bertindak. kita harus membangin rasa percaya diri terlebih dahulu. Jika tidak, membangun impian bisa percuma. Buat apa mimpi besar jika kita tidak percaya diri untuk mencapainya?
4. Dalam kepemimpinan ada sifat demokratis dan otokratis (otodidak), coba jelaskan!

Didalam suatu kepemimpinan pasti kita tidak asing lagi dengan yang namanya kepemimpinan demokratis.

Sebenarnya ada beberapa tipe pemimpin yang ada :

  1. Tipe pemimpin otokratis
  2. Tipe pemimpin militoristis
  3. Tipe pemimpin paternalistis
  4. Tipe pemimpin karismatis
  5. Tipe pomimpin demokratis

Namun disini kita akan membahas mengenai tipe pemimpin demokratis dan otokratis Tipe Kepemimpinan Demokratis Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu. Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:

  1. Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia.
  2. Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.
  3. Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.
  4. Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif dan prakarsa dari bawahan.
  5. Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
  6. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
  7. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin. Dan sebagainya.

Dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis, jelaslah bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin demokratis.

 

Tipe pemimpin otokratis

Tipe pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak.
Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :

  1. Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi
  2. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
  3. Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata
  4. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap dialah yang paling benar.
  5. Selalu bergantung pada kekuasaan formal
  6. Dalam menggerakkan bawahan sering mempergunakan pendekatan (Approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.

Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe mimpinan otokratis tersebut di atas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi modern.

5. Apa yang dimaksud dengan teori x dan teori y, bagaimana penerapan dalam kepemimpinan?

Setelah dilakukan survey terhadap beberapa sumber, mengenai teori x dan teori y ini ternyata yang dibangun oleh h Douglas McGregor pada 1960-an, dalam buku The Human Side Enterprise. pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori x atau teori y.

A. Teori X

Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.

B. Teori Y

Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja. teori x dan y menghasilkan teori gaya kepemimpinan ohio state yang membagi kepemimpinan berdasarkan skala pertimbangan dan penciptaan struktur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s