Proposal Penulisan Ilmiah – Pengelolaan Bandwidth dan Penggunaan Firewall dalam Membangun Server Internet di Jaringan Kapukvalley Depok Menggunakan Mikrotik Router OS

PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang Masalah

Kapukvalley adalah sebuah komunitas jaringan berbasis komputer yang berada di wilayah Jl. Kapuk – Margonda Raya, Depok. Teknologi jaringan komputer yang digunakan adalah dengan menghubungkan banyak komputer di setiap rumah-rumah kos untuk terhubung dalam 1 jaringan komputer dan dilayani oleh beberapa server.

Sampai bulan Maret 2012 ini tercatat 56 kos yang saling terhubung dengan jumlah anggota mencapai 429 orang. Jaringan ini tergabung dalam 1 domain dan dilayani oleh beberapa server, antara lain : Domain Server, Messenger Server, Mail Server, Web Server, File Server, Game Server, dan beberapa Internet Gateway.

Salah satu kemajuan teknologi komputer yang paling terkenal memasyarakat adalah internet. Kebutuhan akan akses internet dewasa ini  sangat tinggi sekali. Baik untuk mencari  informasi, artikel, pengetahuan terbaru atau bahkan hanya untuk sekedar chatting saja. Dengan penggunaan internet, dapat dirasakan bahwa dunia ini seakan-akan tidak memiliki batas dilihat secara geografis. Ditambah lagi dengan perolehan semua informasi data yang bisa didapat hanya dalam hitungan detik dimanapun kita berada.

Membangun jaringan komputer baik bersifat LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network), ataupun WAN (Wide Area Network), tentunya  membutuhkan suatu media, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Salah satu media perangkat keras tersebut adalah router, yaitu sebuah device yang berfungsi untuk mengatur paket-paket dari sebuah jaringan komputer (internet) ke jaringan komputer lainnya (LAN) ataupun sebaliknya.

Mikrotik adalah salah satu vendor baik perangkat keras maupun perangkat lunak yang menyediakan fasilitas untuk membuat router berbasis komputer (tanpa routerboard). Salah satunya adalah Mikrotik Router OS, ini adalah sistem operasi yang khusus digunakan untuk membuat sebuah router dengan cara menginstalnya ke komputer.

Mungkin kita telah mengenal beberapa nama vendor yang sudah terkenal dalam menangani perangkat keras ataupun perangkat lunak untuk router, tetapi harga yang ditawarkan sangatlah mahal dan tidak terjangkau oleh kalangan mahasiswa. Namun, dengan adanya mikrotik ini, router bisa didapatkan dengan harga yang relatif murah dan ekonomis.

1.2        Ruang Lingkup

Disini akan dibahas tentang pengadaan server internet mulai dari proses instalasi sistem operasi Mikrotik sampai ke konfigurasi untuk membagi bandwidth kepada anggota jaringan Kapukvalley secara merata.

Pengadaan server internet yang baru ini adalah sebagai solusi terhadap permasalahan pada beberapa server internet yang sudah ada sebelumnya, karena pada server – server tersebut tidak memberlakukan sistem pembagian bandwidth yang akhirnya mengakibatkan kecepatan internet pun menjadi tidak stabil disisi anggota.

1.3        Tujuan Penulisan

Menyediakan fasilitas atau jasa internet berlangganan perbulan yang aman, murah dan sehat untuk anggota jaringan Kapukvalley dengan kecepatan internet yang stabil.

1.4        Metoda Penelitian

Data yang digunakan dalam penulisan ini diperoleh dari berbagai sumber, seperti :

  1. Studi lapangan dan observasi, yaitu dengan melakukan uji coba kecepatan pada server internet sebelumnya dan juga dengan mengambil data-data anggota di jaringan Kapukvalley berupa IP Address dan nama komputer sebagai data yang akan digunakan pada sistem operasi mikrotik.
  2. Studi pustaka, yaitu mengambil data dari berbagai sumber buku dan sumber informasi lainnya (internet) sebagai acuan dalam penulisan.

1.5        Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

BAB I             PENDAHULUAN

Pada bab ini dibahas tentang latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II            LANDASAN TEORI

Pada bab ini dibahas tentang jaringan komputer, dasar perangkat jaringan, jenis topologi  fisik jaringan, protokol kumunikasi, protokol OSI, protokol TCP/IP, IP Address, dan sekilas mengenai Mikrotik.

BAB III           PEMBAHASAN DAN PERMASALAHAN

Pada bab ini dibahas tentang analisis masalah, proses instalasi sistem operasi Mikrotik, konfigurasi sistem operasi Mikrotik, sampai ke pembagian bandwidth.

BAB IV          PEMELIHARAAN DAN UJI COBA

Pada bab ini dibahas tentang bagaimana cara pemeliharaan server menggunakan winbox, dan uji coba kecepatan internet.

BAB V            PENUTUP

Pada bab ini dibahas tentang kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Tugas Bahasa Indonesia 2: Penalaran Sebagai Alat Penarikan Kesimpulan

Proses berpikir manusia untuk menghubungkan hubungan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan disebut penalaran. Dalam karangan penalaran berarti penggunaan pikiran untuk suatu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Dengan penalaran yang tepat, hal-hal yang akan dituangkan dalam karangan menjadi kuat. Penyajian materi karangan akan sesuai dengan jalan pikiran yang tepat. Oleh karena itu, setiap pengungkapan harus dipertimbangkan terlebih dahulu agar hal-hal yang tidak tepat tidak masuk dalam karangan.

Penalaran yang baik berarti ketepatan pengorganisasian dan penyajian semua gagasan. Segala pernyataan benar-benar kuat dan dapat dipertanggung jawabkan, tanpaa meragukan pembaca. Alasan-alasan yang dikemukakan merupakan hal yang dapat diterima. Adadua macam penalaran yang biasa dilakukan dalam menarik suatu kesimpulan, yakni penalaran induksi dan penalaran deduksi

A.   PENALARAN INDUKSI

Dalam penalaran induksi/induktif kita mulai dengan menyebutkan peristiwa atau keterangan atau data yang khusus untuk menuju kepada kesimpulan umum yang mencakup semua peristiwa khusus itu.Adatiga jenis penalaran induksi :

1.   Generalisasi

Generalisasi adalah proses penalaran yang dimulai dari pernyataan-pernyataan khusus untuk diambil kesimpulan yang bersifat umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.

Contoh:
Pemakaian bahasa Indonesia di seluruh daerah di Indonesia dewasa ini belum dapat dikatakan seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihat dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Di lingkungan persuratkabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa Indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.

2.   Analogi

Analogi adalah penalaran yang membandingkan dua hal yang memiliki banyak persamaan sifat.

Cara ini didasarkan asumsi bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi, maka akan ada persamaan pula dalam bidang/hal lainnya. Contoh:

Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah Dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.

Penalaran secara analogi memiliki peluang untuk salah apabila kita beranggapan bahwa persamaan satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi-segi yang lain.

3.   Hubungan Sebab Akibat

Hubungan sebab akibat dimulai dari beberapa fakta yang kita ketahui. Dengan menghubungkan

fakta yang satu dengan fakta yang lain, dapatlah kita sampai kepada kesimpulan yang menjadi sebab dari fakta itu atau dapat juga kita sampai kepada akibat fakta itu. Penalaran induksi sebab akibat dibedakan menjadi 3 macam:

a.   Hubungan sebab – akibat

Dalam hubungan ini dikemukakan terlebih dahulu hal-hal yang menjadi sebab, kemudian ditarik kesimpulan yang berupa akibat. Contoh penalaran hubungan sebab akibat:

Belajar menurut pandangan tradisional adalah usaha untuk memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan. “Pengetahuan” mendapat tekanan yang penting, oleh sebab pengetahuan memegang peranan utama dalam kehidupan manusia. Pengetahuan adalah kekuasaan. Siapa yang memiliki pengetahuan, ia mendapat kekuasaan.

b.   Hubungan akibat – sebab

Dalam hubungan ini dikemukakan terlebih dahulu hal-hal yang menjadi akibat, selanjutnya ditarik kesimpulan yang merupakan penyebabnya. Contoh penalaran hubungan akibat sebab:

Dewasa ini kenakalan remaja sudah menjurus ke tingkat kriminal. Remaja tidak hanya terlibat dalam perkelahian-perkelahian biasa, tetapi sudah berani menggunakan senjata tajam. Remaja yang telah kecanduan obat-obat terlarang tidak segan-segan merampok bahkan membunuh. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian dari orang tua, pengaruh masyarakat, dan pengaruh televisi dan film yang cukup besar.

c.   Hubungan sebab – akibat 1 – akibat 2

Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama menjadi sebab hingga menimbulkan akibat kedua. Akibat kedua menjadi sebab yang menimbulkan akibat ketiga, dan seterusnya. Contoh penalaran hubungan sebab – akibat 1 – akibat 2:

Setiap menjelang lebaran arus mudik sangat ramai. Seminggu sebelum lebaran jalanan sudah dipenuhi kendaraan-kendaraan umum maupun pribadi yang mengangkut penumpang yang akan pulang ke daerahnya masing-masing. Banyaknya kendaraan tersebut mau tidak mau mengakibatkan arus lalu lintas menjadi semrawut. Kesemrawutan ini tidak jarang sering menimbulkan kemacetan di mana-mana. Lebih dari itu bahkan tidak mustahil kecelakaan menjadi sering terjadi. Keadaan tersebut pada akhirnya akan menghambat perjalanan.

B.   PENALARAN DEDUKSI

Penalaran deduksi disebut juga penalaran dari khusus ke umum adalah proses penarikan kesimpulan (konklusi) dari suatu preposisi(pernyataan) umum, dimana kesimpulan yang dapat diambil terletak pada awal suatu paragraf. Kesimpulan yang dapat diambil terletak pada awal paragraf, kemudian diikuti pernyataan-pernyataan umum setelah kalimat utama tersebut. Proses Penarikan kesimpulan seringkali disebut silogisme. Jenis-Jenis Penalaran Deduksi :

1.   Silogisme Kategorial

Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Contoh:

Semua korusi tidak disenangi. Sebagian pejabat korusi. Maka; Sebagian pejabat tidak disenangi.

2.   Silogisme Hipotetik

Silogisme Hipotetik adalah silogisme pengutaraan sesuatu yang dianggap benar dan kebenarannya sudah dapat dibuktikan. Contoh:

Saat ini hujan turun, untuk berangkat kekantor saya menggunakan angkutan saja, tidak membawa motor.

3.   Silogisme Alternatif

Silogisme dimana proposisi mengutarakan alternatif-alternatif yang ada. Contoh:

Jika ingin pergi ke Blok-M dapat menggunakan Bus Way atau menggunakan kendaraan pribadi.

Sumber Referensi:

1. Kamus Bahasa Indonesia  : http://kamusbahasaindonesia.org.

2. Sri S , Drs Sukardi. Bahasa Indonesia 3, SMA Kelas XII. 2008.

Menuju Terciptanya e-Hospital dan Green Hospital

Saat ini, sistem pemasaran manual dan konvensional sudah tidak lagi efektif untuk dapat mengembangkan pelayanan dan penetrasi pasar. Hal itu disebabkan karena keterbatasan dalam ruang dan waktu, serta kebutuhan biaya yang tinggi dengan cakupan penetrasi pasar yang terbatas secara teritorial.

Hal itu juga berlaku pada dunia usaha layanan kesehatan rumah sakit di tanah air. Mengadopsi berbagai kebutuhan rumah sakit dengan jumlah pasien dan pegawai yang relative sangat banyak, kini sudah saatnya dibutuhkan sebuah inovasi teknologi tersendiri. Begitu banyak pasien, dokter, pegawai, atau calon pasien, tentu akan sangat merepotkan, jika semua transaksi di dalamnya masih dilakukan secara manual atau menggunakan kertas.

Karena itu, tidak perlu heran jika suatu saat nanti, seorang pasien rumah sakit tidak akan mendapatkan kertas resep obat dari dokter yang memeriksakan kesehatannya. Tidak akan ada lagi secarik kertas resep yang perlu ditebus oleh seorang pasien, karena, baik daftar obat maupun administrasi biaya berobat karena sudah ditransfer oleh dokter secara online langsung ke bagian apotek. Dan yang pasti, tidak akan ada lagi kesalahan medis akibat salahnya penulisan resep.

 

Minimalisir Penggunaan Kertas

Selain untuk mendukung kampanye Global Warning dalam upaya pengurangan produk bahan alami pembuat kertas, secara ekonomis pun banyaknya pemakaian kertas sangat tidak hemat, dan tidak ekonomis. Dan bisa dipastikan, banyak sekali waktu terbuang untuk mencari data di lemari brangkas. Alhasil, secara tidak langsung, hal itu juga menghambat kinerja dan pelayanan dari sebuah rumah sakit.

Melihat perkembangan teknologi yang sudah semakin maju, akan lebih mudah jika data-data transaksi yang terjadi di dalam rumah sakit dipindahkan ke dalam sebuah sistem terkomputasi. Sebuah konsep e-hospital yang terbentuk dari suatu sistem terpadu untuk mampu menyajikan data secara cepat, akurat, dan transparan, mulai pencarian data pasien, riwayat kesehatannya, dokter yang menanganinya, biaya rawat inap, dan sebagainya yang bisa dilakukan dalam waktu beberapa detik saja.

Namun sampai sejauh ini, umumnya rumah sakit diIndonesiabelum memanfaatkan TI secara optimal. Kalaupun memang ada, TI digunakan hanya sebatas pada kanal administratif, tidak sekaligus untuk mendukung sepenuhnya kepentingan medis.

Sebagian besar rumah sakit diIndonesiaumumnya masih memakai pola manajemen informasi yang masih konvensional, yaitu dengan secarik atau berlembar-lembar kertas untuk berbagai kebutuhannya. Bisa dikatakan, layanan e-prescription atau resep elektronik yang sudah tidak lagi membutuhkan kertas masih sangat jarang dijumpai di rumah sakit diIndonesia.

Data tahun 2007 yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, dari sekitar 1.200 rumah sakit di Indonesia, sebanyak 92 persen diantaranya masih memakai cara manual dalam melayani pasiennya, lima persen sudah terkomputasi, dan hanya tiga persen saja yang menerapkan teknologi informasi secara signifikan. Sebaliknya, bisnis inti rumah sakit adalah pelayanan medis, bukan administratif.

Sejauh ini, penerapan TI yang paling banyak digunakan baru pada tahap transaksional

seperti pada sistim billing. Alhasil, belum banyak manfaat yang bisa didapatkan, kecuali hanya sebatas pada peningkatan efisiensi, seperti halnya mengamankan dari kebocoran keuangan, perhitungan biaya dan pembayaran jasa layanan medis, atau registrasi.

Mengingat bisnis utama rumah sakit adalah layanan medis, maka data rekam medis yang masih bersifat manual akan mempersulit pihak manajemen dalam mengarsipkan. Dan yang paling utama, dalam mengevaluasi mutu layanan medisnya. Inventarisasi berbagai kebutuhan fisik layanan medis, seperti persediaan obat, kamar, tempat tidur, dan sebagainya pun akan terasa lebih efisien.

 

Sistem Informasi Terpadu

Kini Vesalius.geo hadir sebagai sebuah sistem informasi terpadu dalam rangka mendukung komunitas industri Rumah Sakit di seluruhIndonesia. It’s a Totally Hospital Information System! Sebuah modul informasi pertama dan mutakhir yang mampu mengalirkan data layanan rumah sakit secara elektronis untuk multi kebutuhan. Alhasil, pelayanan kepada pasien dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat dan transparan yang pada akhirnya bisa memberikan kepuasan kepada para pasiennya.

Aplikasi Vesalius.geo memiliki dua modul utama informasi, yaitu Hospital Information System (HIS) dan Clinical Information System (CIS). Keduanya adalah sinergi sistem yang saling melengkapi. HIS merupakan sistem informasi yang mengotomasi seluruh proses administrasi (back office) rumah sakit, termasuk di dalamnya adalah sistem penerapan keuangan. Secara lengkap, HIS mencakupi kebutuhan informasi mulai dari administrasi pasien dan dokter (jadwal dokter, appointment, dan pendaftaran), farmasi, sistem pembayaran dan kasir, purchasing, inventori, medical record tracking, sistem informasi lab dan radiologi, serta pemesanan menu makanan rawat inap.

Sementara itu, menurut Lai Teik Kin, CEO novaHEALTH Singapore, CIS sendiri merupakan modul yang menyajikan seluruh proses klinis atau layanan medis, baik inpatient maupun outpatient. Lai Teik Kin menambahkan, tercakup di dalam CIS antara lain adalah Outpatient Clinical Management yang terdiri dari order management, Electronic Medical Record (EMR), medical alerts, e prescription atau resep elektronik, serta Inpatient Clinical Management. “Dengan resep elektronik tersebut, dokter cukup hanya mengetikkan resep obat yang akan diberikan ke pasiennya lewat komputer,” ujar Lai Teik Kin kepada BISKOM di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Dilihat dari sudut pandang pihak Rumah Sakit sebagai user, kami tentu menginginkan sebuah sistem yang ideal, istimewa, yang dapat meng-handle semua transaksi yang ada, sehingga pihak manajerial Rumah Sakit tidak lagi mengenal kata terlambat dalam pembuatan laporan masing-masing pelayanannya,” kata Tavri Deviyan, Chief Information Officer PIHG. “Bahkan bagian poliklinik tidak perlu lagi melakukan sensus harian, karena setiap laporan akan tercetak otomatis atau terkirim otomatis untuk berbagai keperluan administrasi dan medis,” tambahnya.

“Dan yang lebih penting lagi, konsep e-hospital ini secara langsung menciptakan konsep green hospital lewat pengurangan pemakaian kertas, meskipun terlihat kecil, hal ini dapat menjadi salah satu upaya untuk ikut mendukung kampanye ramah lingkungan,” ujar Gindo.

Peran Serta Sistem Informasi Terhadap Rumah Sakit Ideal

Sebenarnya saya juga kurang paham betul dengan kata ‘ideal’. Kata ini maknanya cukup dinamis tergantung konteks kalimat yang merangkainya, tergantung siapa yang menggunakannya, dan dari sudut mana orang itu memandang. Yang jelas, menurut saya ideal dalam hal ini adalah optimal sesuai kebutuhan rumah sakit, secure dalam penanganan data, dan tidak melampaui batasan-batasan hukumIndonesia, cukup.

Sekilas

Berbagai macam solusi telah banyak ditawarkan oleh software house (vendor) untuk menghandle dan mengolah data dan informasi yang ada di rumah sakit. Dari sistem yang close sampai yang open, dari sistem yang hanya menghandle transaksi penerimaan pasien sampai yang dapat meminimalisir penggunaan kertas, dari yang berharga jutaan sampai angka yang terpisah tiga titik, dari yang user friendly sampai yang sulit diaplikasikan di lapangan.

Pembuatan sistem informasi rumah sakit dapat dilihat dari berbagai sudut. Bisa dilihat dari sudut administratif yang menghandle data-data pasien, transaksi dsb, atau bisa juga dari sudut pasien yang cenderung ke pelayanan kesehatan dengan menambahkan teknologi sebagai alat komunikasinya. Hadirnya teknologi 3G akan memperkaya kemampuan sistem, dari IT (Information Technology) menjadi ICT (Information and Communication Technology), kira-kira orang bilang seperti itu.

Kebutuhan Pasien

Harapan pasien dari sebuah pelayanan kesehatan adalah diberikannya service yang cepat dan nyaman. Tingkat mobilitas pasien yang tinggi menuntut adanya komunikasi dan pelayanan yang cepat antara pasien dan institusi kesehatan, yang kemudian antara pasien dengan dokter. Hal ini sebenarnya bisa menggunakan fasilitas telepon, atau biar lebih keren, bisa menggunakan teleconference. Tidak perlu mendebatkan alat komunikasi mana yang lebih cocok, yang terpenting adalah pendokumentasiannya.

Kebutuhan Pihak Rumah Sakit

Jika dilihat dari sudut pandang user, dalam hal ini adalah pihak rumah sakit, mereka tentu menginginkan sebuah sistem yang ideal, istimewa, dapat menghandle semua transaksi yang ada, sehingga tak ada kata ‘terlambat’ pada pembuatan laporan masing-masing pelayanan ataupun pada pengiriman Rekap Laporan (RL 1 – 6) ke dinas kesehatan setempat oleh Sub-bagian Rekam Medis, bahkan mungkin, poli tak perlu lagi melakukan sensus harian, karena setiap laporan akan tercetak otomatis atau terkirim otomatis.

Jika benar-benar diaplikasikan, maksud saya ‘SDM pihak rumah sakit bersedia menggunakan sistem yang ada dan sistem tersebut benar-benar BENAR’, jelas akan banyak mengurangi beban kerja semua komponen di rumah sakit itu sendiri, atau mungkin, malah menambah beban kerja perawat dalam menginput hasil pemeriksaan ke sistem. Ah, pada akhirnya semua tergantung desain sistem itu sendiri yang dibatasi oleh kemampuan user dalam mengoperasikan sistem, hal-hal yang berhubungan dengan hukumIndonesiayang menyangkut autetikasi dsb, atau juga kemampuan pengembang dalam membuat sistem yang sesuai dengan permintaan user.

Kemampuan Pihak Pengembang

Sampai saat ini, sudah banyak pihak pengembang yang menawarkan berbagai macam solusi untuk kebutuhan sistem informasi rumah sakit. Dari perorangan sampai yang bermain dibelakang badan usaha (CV/ PT). Kelemahan pengembang adalah ‘belum mengetahui rumah sakit’ itu sendiri. Karena kebanyakan pengembang adalah lebih dulu menguasai komputer daripada sistem rumah sakit, sehingga perlu adanya penghubung antara pihak pengembang dan rumah sakit. Istilah kerennya ‘System Analyst’, orang yang tahu tentang rumah sakit dan sistem yang akan dibuat. Bukan bermaksud iklan, tapi sejauh yang saya ketahui, orang-orang rekam medis (apalagi rekam medis UGM, halah) adalah yang cukup tahu tentang administrasi rumah sakit dan sedikit banyak tahu tentang per-komputer-an. Namun tidak menutup kemungkinan dokter ataupun perawat.

Batasan Sistem

Untuk memetakan permasalahan dan mempersempit ruang gerak perancangan sistem, perlu dibuat batasan-batasan yang tidak perlu dicakup oleh sistem. Lebih baik tahapan desain sistem memakan waktu yang lebih lama daripada terjadi huru-hara ketika proses pembuatan. Komunikasi yang intensif-pun perlu dijaga antara kedua pihak. Pihak rumah sakit menjelaskan secara gamblang apa yang mereka inginkan dan memberikan secara detil apa yang mereka harapkan. Batasan-batasan-pun perlu dibahas antara keduanya, seperti :

  1. Tidak menghilangkan fungsi dan peran dokter dan perawat dalam melakukan pemeriksaan. Jika di dunia ini ada sistem ‘DEWA CERDAS’, maksud saya sistem yang dapat menghandle semua pekerjaan, sebentar lagi dunia akan kiamat.😀
  2. Tidak mengurangi/ menghilangkan ke-otentikan berkas rekam medis. Masalah otentikasi pernah menjadi bahan debat antar kelompok ketika dulu kuliah Kapita Selekta. Kemudian saya mengarahkan ke masalah security sistem, bahwa tidak ada sistem yang benar-benar aman, halah, sok-sok an. Yang jelas, masalah ini cukup penting menyangkut fungsi rekam medis di hadapan hukum.

Lembar-lembar rekam medis yang perlu dijaga ke-autentikasi-annya antara lain :

  • Lembar RMK (Ringkasan Masuk-Keluar)
  • Lembar Resume
  • Catatan Perawat
  • Hasil Pemeriksaan Lab/ Radiologi
  • embar Inform Consent
  • Laporan Operasi

Sayangnya, hukum Indonesiabelum mengenal tanda tangan digital (digital signature).

Kemampuan Sistem

Secara global, sistem yang ideal tentu dapat mengurangi beban kerja masing-masing unit pelayanan. Secara detil (meskipun tidak keseluruhan), dapat digambarkan sebagai berikut:

Dapat Mengurangi Beban Kerja Sub-Bagian Rekam Medis Dalam ‘Menangani’ Berkas Rekam Medis.

Sub-bagian rekam medis memang sub-bagian yang palig direpotkan dengan berkas rekam medis. Dari coding, indexing, assembling, filing dan ing-ing yang lain (maaf, sudah lupa) semua dihandle oleh sub-bagian ini. Dengan adanya sebuah sistem informasi, seharusnya paling tidak dapat menggantikan fungsi koding pada sub-bagian rekam medis. Sebagian besar rumah sakit di indonesia, masih menggunakan petugas rekam medis ataupun kurir dalam mendistribusikan berkas ke masing-masing pelayanan. Beberapa rumah sakit sudah menggunakan teknologi ‘lift’ sebagai sarana transportasi berkas ke pelayanan-pelayanan ataupun kembali ke tempat penyimpanan (filing).

Dapat Mengurangi Pemakaian Kertas (Paperless). 

Pemakaian kertas masih belum dapat dihilangkan di Indonesiasaat ini, karena data medis sangat rentan dengan hukum dan akan memporakporandakan perdagangan kertas Indonesia.

Dengan sistem yang terkomputerisasi, pemakaian kertas yang bisa dipangkas antara lain :

  • Lembar-lembar rekam medis yang tidak berhubugan dengan masalah autentikasi atau aspek hukum.
  • Laporan masing-masing unit pelayanan (karena semua laporan sudah terekap oleh sistem).
  • Rekap Laporan (RL) 1 – 6 yang dikirim ke dinas kesehatan.

Dapat Berkomunikasi Dengan Sistem Lain Pada Pelayanan Kesehatan Lain

Web Service, kira-kira orang IT menyebutnya demikian. Aplikasi ini sangat berguna pada kasus rujukan, entah dirujuk ke atas atau ke bawah. Dalam sistem manual, prosedur rujukan adalah dengan mengirimkan kopian lembar resume medis pasien, dan membawa 1 atau 2 perawat yang mengantarkannya. Kesulitan dalam mengaplikasikan sistem ini adalah tidak adanya standard sistem informasi rumah sakit di Indonesia. Masing-masing rumah sakit dengan pe-de nya meluncurkan sistem mereka yang baru dari vendor terkenal, kemudian rumah sakit lain ikut-ikutan launcing sistem dengan vendor yang lain. Tidak adanya komunikasi antar vendor dan tidak adanya kesepakatan penanganan komunikasi antar sistem yang seharusnya ditengahi oleh pemerintah dengan mengeluarkan prosedur standard sistem informasi rumah sakit mengakibatkan hal ini sulit dilaksanakan.

Tantangan lain dalam pengaplikasian web service ini adalah masalah security. Saya tidak akan mewacanakan masalah security, karena bahasannya cukup kompleks. Bisa dilihat dari security aplikasi maupun security jaringannya. Dan tentu Anda lebih tahu akan hal ini.

Dapat Memberikan Pelayanan yang Real Time

Yang saya maksud disini adalah teknologi 3G. Layanan ini mungkin bisa dinomor sekiankan dulu, karena pemanfaatan teknologi 3G masih jarang digunakan diIndonesia, dan masih termasuk teknologi yang mahal. Tidak menutup kemungkinan 5 tahun mendatang 3G sudah meresahkan masyarakat, maksud saya sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup, lebih dari sekedar gaya hidup (biasanya seperti itu).

Sebenarnya masih banyak aspek yang dapat menjadi bahan dalam pembuatan sistem informasi rumah sakit ideal, entah itu pembatasan maupun keguanaan dan kemampuan. Namun karena saya sudah kehabisan ide, sampai jumpa minggu depan pada stasiun dan jam yang sama, halah!

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS)

Pengembangan Sistem Informasi dan Hambatan-hambatannya:

Pengelolaan data Rumah Sakit yang sangat besar baik data medik pasien maupun data-data administrasi yang dimiliki oleh rumah Sakit sehingga mengakibatkan :

  1. Redudansi Data, pencatatan data yang berulang-ulang menyebabkan duplikasi data sehingga kapasitas yang di perlukan membengkak dan pelayanan menjadi lambat, tumpukan filing sehingga memerlukan tempat filing yang cukup luas.
  2. Unintegrated Data, penyimpanan data yang tidak terpusat menyebabkan data tidak sinkron, informasi pada masing-masing bagian mempunyai asumsi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit /Instalasi.
  3. Human Error, proses pencatatan yang dilakukan secara manual menyebabkan terjadinya kesalahan pencatatan yang semakin besar dan tidak singkrong dari unit satu ke yang lainya dan akan menimbulkan banyaknya perubahan data (efeknya banyak pelayanan akan berdasarkan sesuka perawan/dokter sehinga dokter / perawat bisa menambah bahkan mengurangi data/tarif sesuai dengan kondisi saat itu, misal yang berobat adalah sodaranya makan dengan seenaknya dokter/perawat memberikan discont tanpa melalu prosedur yang tepat. Dan menimbulkan kerugian pada rumah sakit.
  4. Terlambatnya Informasi, dikarenakan dalam penyusunan informasi harus direkap secara manual maka penyajian informasi menjadi terlambat dan kurang dapat dipercaya kebenarannya.

Era globalisai yang ditandai dengan adanya Perdagangan bebas mengharuskan sektor Kesehatan terutam Rumah Sakit untuk meningkatkan daya saing dengan memberikan pelayanan yg sebaik-baiknya kepada pelanggan ataupun pasien bahkan penyajian laporang yang akurat bagi para pengambil keputusan, bakan rumah sakit vertical cenderung untuk segera merubah tatana rumah sakit menjadi sebuah badan layanan umum, sehingga lebih mudah dalam penataan administrasinya.

Guna mengatasi hambatan–hambatan dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, keberadaan “Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit” sangat dibutuhkan, sebagai salah satu strategik manajemen dalam  meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memenangkan persaingan bisnis.

Sistem Informasi Manajemen merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan teknologi informasi yang terintegrasi dan di intergrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen, sehingga dalam tahapannya akan membuat bebrapa SOP baru guna menungjang kelancaran penerapan Sistem yang tertata dengan rapih dan baik.

Berdasarkan definisi di atas, maka kita dapat membagi Sistem Informasi Manajemen menjadi 5 komponen utama guna menunjang terlaksanana penerapan sistem informasi yang benar dan sesuai kebutuhan:

  1. Software (Sistem Informasi Manajeman Rumah Sakit)
  2. Hardware (Perangkat Kerasa berupa Komputer, printer dan lainnya)
  3. Networking (Jaringan LAN, Wireless dan lainnya)
  4. SOP (Standar Operasional Prosedur)
  5. Komitment (Komitmen semua unit/instalasi yang terkait untuk sama-sama mejalankan sistem karena sistem tidak akan berjalan tanpa di Input)
  6. SDM (sumberdaya manusia adalah factor utama suksesnya sebuah sistem dimana data diinput dan di proses melalui tenaga-tenaga SMD tersebut)

Sistem Informasi Manajemen saat ini merupakan sumber daya utama, yang mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing serta kompetensi utama sebuah organisasi dalam menyongsong era Informasi ini.

Di bidang    kesehatan    terutama Rumah Sakit sangat membutuhan Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat untuk menyongsong ‘Indonesia Sehat 2010’.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan agar Sistem Informasi Manajemen yang dibuat dapat teraplikasikan dengan sukses :

  1. Development Master Plancetak biru pembangunan harus dirancang dengan baik mulai dari survei awal hingga berakhirnya implementasi, yang perlu diperhatikan adalah terlibatnya faktor pengalaman dalam membangun pekerjaan yang sama, serta peran serta semua bagian dalam organisasi dalam mensukseskan Sistem Informasi Manajemen yang akan dibangun, master plan ini yang akan menjadi acuan pembuatan sebuah sistem untuk jangka waktu tidak terbatas.
  2. Integrated, dengan integrasi antar semua bagian organisasi menjadi satu      kesatuan, akan membuat sistem berjalan dengan efisien dan efektif sehingga kendala-kendala seperti redudansi, re-entry dan ketidakkonsistenan data dapat dihindarkan, dengan harapan pengguna sistem memperoleh manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, perubahan pola kerja dari manual ke computer akan menimbulkan efek baik dan buruk bagi seorang tenga medis.
  3. Development Team, tim yang membangun Sistem Informasi Manajemen harus ahli dan berpengalaman di bidangnya, beberapa bidang ilmu yang harus ada dalam membangun sebuah Sistem Informasi Manajemen yang baik adalah: Manajemen Informasi, Teknik Informasi, Teknik Komputer, dokter, perawat dan tentunya orang-orang sudah sudah berkecipung dibidang pengembangan sistem informasi manajeman khususnya rumah sakit (kesehatan).
  4. Teknologi Informasiketepatan dalam memilih Teknologi Informasi sangat penting dalam pembangunan, komponen-komponen Teknologi Informasi secara umum adalah Piranti Keras (Hardware), Piranti Lunak (Software) dan Jaringan((Network).

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih teknologi adalah :

  • Price, harga sesuai dengan Teknologi Informasi yang didapat.
  • Performance, diukur dari kemampuan, kapasitas dan kecepatan Teknologi Informasi menangani proses maupun penampungan data.
  • Flexibility, kemampuan Teknologi Informasi saling beradaptasi dan  kemudahan pengembangan di masa yang akan datang.
  • Survivability, berapa lama Teknologi Informasi mendapatkan dukungan dari vendor maupun pasar.

Yang paling penting adalah sesuikan dengan kebutuhana pengembangan kemasa depan tentunya.

Selain mengikuti suatu siklus hidup, dalam pengembangan sistem informasi, perlu dilakukan beberapa pendekatan, seperti:

  1.  Sistems Approach, pendekatan sistem merupakan pendekatan yang memperhatikan sistem informasi sebagai suatu kesatuan yang utuh terintegrasi dengan semua kegiatan-kegiatan lain di dalam organisasi. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi, tidak hanya memperhatikan sasaran dari sistem informasi saja.
  2. Top-Down Approach, pendekatan ini dimulai dari tingkatan atas organisasi (strategic planning level), yaitu dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi dapat ditentukan, maka proses turun ke penentuan output, input basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan dari atas ke bawah ini sesuai dengan pendekatan sistem.
  3. Modular Approach, pendekatan moduler memecah-mecah sistem yang rumit menjadi bagian modul-modul yang lebih sederhana. Sebagai akibatnya, tiap-tiap modul dapat dikembangkan dalam waktu yang tepat sesuai dengan yang direncanakan, mudah dipahami dan mudah dipelihara.
  4. Evolutionary Approach, pendekatan ini akan menghasilkan suatu sistem yang mampu beradaptasi dengan perkembangan-perkembangan organisasi di masa yang akan datang, sehingga didapatkan suatu sistem yang mempunyai biaya pemeliharaan yang rendah.

Secara besar sistem informasi harus dikelompokan pada kelas rumah sakit dan status rumah sakit,

  1. Rumah Sakit Vertikal
  2. Rumah Sakt Umum Daerah
  3. Rumah Sakit Umum Swasta
  4. Rumah Sakit Spesialist

Dengan dikelompokannya rumah sakit kedalam kelompok-kelompok diatas guna mempermudah sejauh mana tingkat kebutuhan sistem informasi terutama yang di dasarkan pada modular, modul-modul yang di gunakan oleh rumah sakit daearh tentu akan berbeda dengan rumah sakit vertical maupun swasta.

Kendala-kendala yang sering terjadi dilapangan saat implementasi adalah:

  1. Ketidak siapan rumah sakit dalam menerapkan sistem informasi yang terintergrasi dan berbasi kmputer.
  2. Penyajian data yang belum semua menjadi data elektronik yang akan memudahkan pada proses migrasi data.
  3. Komitment yang dilaksanakan secara bersamaan dan menyelur sehingga menimbulkan kekacaun pada data transakit.
  4. Koordinasi antar unit bagian yang terkesan mementingkan unit masing-masing.
  5. Berubah-ubahnya kebijakan.
  6. Mengubah pola kerja yang sudah terbiasa dengan manual ke komputerisasi.
  7. Pemahaman yang belum merata antara SDM terkait,
  8. dan lain-lain

Strategi Kepada Mereka yang Mencari Ilmu di Bidang Teknologi Informasi

Selama penulis menjadi mahasiswa, tidak satu-dua teman-teman mahasiswa ingin menguasai semua hal dalam dunia komputer ini (baca: informatika), terutama pada saat pertengahan kuliah. Namun, akhirnya baru tersadar ketika mau mendekati PI atau skripsi, bahwa untuk yang spesifik saja ilmunya sangat dalam.

Lalu bagaimana strategi yang harus dilakukan oleh mahasiswa informatika untuk mempersiapkan dirinya agar siap menghadapi dunia kerja ketika selesai diwisuda?

Pertanyaan ini sangat sering ditanyakan oleh para mahasiswa baik pada waktu kuliah formil maupun di luar waktu tersebut. Dari pemantauan selama ini baik dilingkungan akademis maupun dalam dunia kerja, beberapa hal ini harus dipegang oleh mahasiswa tersebut, yaitu:

Pahami Konsep Dasar Bagaimana Teknologi Tersebut Bekerja

Ruang lingkup dari informatika sangatlah luas, tidak akan mungkin seorang yang bergerak dalam bidang ini dapat menguasai semuanya secara dalam. Perlu diingat, sangat banyak masyarakat yang awam dengan bidang ini, sehingga kadangkala mereka menganggap seorang yang berada dalam bidang ini mengerti segalanya tentang teknologi. Peganlah kunci dari masing-masing konsep tersebut. Seperti:

    • Bagaimana suatu mesin pengolah informasi dapat bekerja,
    • Bagaimana logika matematika diterapkan dalam teknologi ini,
    • Bagaimana suatu konsep pemrograman mampu meminta mesin untuk melakukan sesuatu sesuai yang diinginkan oleh pemrogrammnya,
    • Bagaimana suatu informasi diolah sehingga suatu mesin dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh penggunanya,
    • Bagaimana suatu sistem bisa berkomunikasi sehingga suatu mesin mampu saling terhubung satu dengan lainnya,
    • Dan lain-lainnya

Tentukan Salah Satu Bidang yang Benar-benar Ingin Ditekuni.

Seperti disampaikan di atas, informatika tersebut ruang lingkupnya sangatlah luas, tidaklah mungkin seorang yang berada di dalam bidang ini bisa menguasai segalanya.

Pertajam Kemampuan dalam Berbahasa Inggris

Sama-sama kita akui, bahasa Inggris merupakan bahasa penting untuk mendalami teknologi ini mengingat sumber-sumber referensi dan pengetahuan banyak berasal dari barat yang notabene menggunakan bahasa Inggris ini. Berbagai informasi banyak tersedia di internet. Bidang informatika adalah bidang yang banyak menggunakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris. Minimal, bahasa Inggris yang dikuasai adalah dalam hal membaca atau bahasa Inggris pasif.

Ikuti Terus Perkembangan Teknologi Informatika

Seringlah membaca jurnal, berita dan berdiskusi. Perkembangan dalam dunia informatika sangatlah sensitif, artinya hampir waktu demi waktu ditemukan berbagai solusi baru yang berhasil dimunculkan oleh para informatikawan. Teknologi ini termasuk salah satu yang memiliki perkembangan yang cukup tinggi di dunia ini.

Tidak usah jauh-jauh, lihatlah perkembangan komputer, bandingkan komputer yang ada sekarang dengan tahun lalu, lihatlah kemampuannya, lihatlah kecepatan prosesnya, lihatlah daya tampung medianya, lihatlah teknologi ini menyentuh kebidang apa saja, dan….. masih banyak lagi. Bahkan tidak sering kita temukan, suatu teknologi yang belum terlalu lama sudah menjadi barang antik mengingat teknologi penggantinya yang baru muncul begitu cepat. Sebagai seorang informatikawan, harus selalu mengikuti perkembangannya.

Cari Kemampuan Lebih

Jika anda mengikuti jalur kuliah, jangan hanya berpangku kepada kurikulum standard apalagi hanya bermain dengan teori saja tanpa praktek. Kuliah umumnya memberikan teoritis, yang merupakan dasar-dasar dari teknologi tersebut.

Pada tingkat awal, kemampuan anda tidak akan terlalu dipandang kalau hanya memahami kulit-kulitnya saja dari teknologi ini, tanpa tahu bagaimana mengimplementasikannya.

Untuk itu carilah kemampuan lebih, jadilah ahli dalam bidang yang anda sukai, carilah kemampuan lebih dibanding kemampuan para mahasiswa umumnya. Kapan perlu, seringlah mengoprek atau melakukan praktek-praktek dari bidang yang anda senangi. Misalnya kalau anda senang dengan Sistem Operasi , seringlah mengolahnya, mengatur konfigurasi, dan mempertajam kemampuan dari sistem operasi yang anda sukai. Jika anda menyukai programming (pemrograman), seringlah berlatih, sehingga anda dapat menyelesaikan sebuah masalah yang terstruktur secara cepat.

Aktif Berselancar di Internet

Banyak sekali ilmu dan informasi yang tersedia di Internet. Tidak ada yang perlu ditakuti terhadap sesuatu yang belum kita anggap belum mengerti. Sebagai tahap awal inilah langkahnya. Gunakan internet. Menggunakan internet sangat gampang! Seperti pernah diungkapkan sebelumnya, anak saya yang belum masuk sekolah dasar saja mampu menggunakannya. Apalagi kita yang bisa membaca dan menelaah lebih jauh. Jika anda belum pernah menggunakannya, banyak sekali buku yang tersedia tentang bagaimana menggunakan internet ini bagi para pemula, yang diproduksi oleh berbagai penulis dan penerbit. Salah satunya adalah seperti yang pernah kami tulis sebelumnya, dengan judul, “Menggunakan Internet”. Disanaanda akan dibawa bagaimana mengenalnya, menggunakannya, hingga memanfaatkan resource yang ada. Sayang, karena tulisan ini bukan cenderung kesana, maka kami tidak bisa membahas lebih detil di sini atau ajaklah seseorang yang pernah menggunakannya. Saya yakin, kurang dari satu jam, anda telah bisa jalan sendiri!

Akrablah dengan Om Google

Adakalimat menarik dari salah seorang teman saya, “Ingin tahu jawabannya? Mari kita tanya sama Om Google!”

Saya tersenyum ketika mendengar kalimat ini ketika pertama kali dia sampaikan, seakan-akan mirip dengan komentar pembawa acara “Kuis Galileo” di SCTV. Bagi pengguna internet, Google bisa jadi bukan merupakan suatu barang aneh, atau situs yang tidak dikenali. Kenapa tidak? Penulis pernah mendapatkan informasi, bahwa Google adalah search engine (situs pencari) yang paling terkenal, paling tidak pada saat tulisan ini ditulis. Alamat situs ini adalah http://www.google.com/ Silakan buka situs itu, coba cari informasi yang anda inginkan, tidak peduli informasi yang anda cari berbahasaIndonesia, maupun bahasa asing lainnya. Bahkan kalau mau bahasa daerahpun oke, jika informasi yang anda minta ada dilautan internet, maka hampir dipastikan dia bisa menemukannya. Jika anda ingin mendalami lebih jauh tentang pencarian, strategi pencarian, serta kemampuan yang bisa anda optimalkan dengan menggunakan Google ini, anda bisa membaca buku ”Menjelajah Dunia dengan Google” yang diterbitkan oleh Penerbit Informatika Bandung.

Google ini hanya merupakan salah satu dari search engine lainnya, masih banyak lagi yang lainnya, misalnya yahoo, altavista, maupun SearchIndonesia. Situs yang terakhir kami sebutkan merupakan situs pencari yang dibuat oleh bangsaIndonesia.

Mesin Google ini menurut pengakuan mereka memiliki milyaran informasi yang disimpan di server mereka. Tidak dibatasioleh negara. Tidak dibatasi oleh daerah. Dan tidak dibatasi oleh bahasa. Penggunaannya pun gampang sekali. Tidak butuh skill terlalu rumit di sini. Bisa membaca dan menulis saja sudah cukup. Asalkan komputer anda telah terhubung ke internet, ketikkan alamat google seperti yang disebutkan di atas. Lalu akan muncul satu halaman sederhana. Kemudian untuk melakukan pencarian terhadap informasi yang anda inginkan, silakan masukan kata kunci yang anda inginkan di situs itu.

Bingung dengan Istilah? Bukalah total.or.id

Bagi pendatang baru, istilah yang ada di dalam dunia informatika ini penuh dengan berbagai hal yang kesannya membingungkan, mari kita ambil contoh mouse yang secara harfiah berarti tikus, namun di dalam bidang ini, mouse diartikan dengan alat penunjuk terhadap sebuah objek yang ditampilkan pada layar monitor.

Masih ada ratusan, ribuan dan entah berapa lagi istilah yang kesannya belum terlalu akrab bagi seorang orang. Alhamdulillah, dengan dunia yang sudah serba terhubung saat ini ada saja solusinya untuk mengatasinya, salah satunya adalah seperti yang tersedia pada situs total.or.id, disana terdapat puluhan ribu istilah yang diterjemahkan dan diterangkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga lumayan untuk mempermudah dalam memahami istilah-istilah yang ditermukan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bidang informatika ini.  Jika anda memiliki kemampuan dalam berbahasa Inggris, situs-situs serupapun bisa anda temukan di Internet.

Kontaklah Para Pakar Langsung dari Komputer Anda

Jika informasi yang anda inginkan sangat spesifik, atau bahkan pendapat dari pihak lain, kenapa tidak mengontak mereka saja langsung melalui komputer anda? Saya yakin, jika anda berbicara dalam bidang teknologi informasi, orang-orang yang berhubungan dengan teknologi informasi ini sangat besar kemungkinannya memiliki email dan sering online di internet!

Ketiklah sebuahsuratpendek, lalu kirimkan kepada pakar tersebut. Mereka akan menjawab atau tidak tentu tergantung dari yang bersangkutan. Sama dengan anda, kapan anda akan menjawab suatu pesan dan kapan tidak menjawabnya. Tentu tergantung juga dengan pendekatan yang dilakukan kepada mereka. Paling tidak, dengan disediakannya email ini, akan mempermudah kita untuk berkomunikasi antara satu dengan lainnya. Jika email yang bersangkutan tidak diketahui di mana, tidak ada salahnya mencoba mengontak orang yang tahu dimana alamat email yang anda cari.

Bergabung dengan Komunitas

Ini menarik lagi.Adasuatu fasilitas di Internet yang disebut dengan mailing list . Mailing list ini adalah merupakan sarana untuk penyampaian pesan antar sesama yang terdaftar dalam suatu group / kelompok. Sangat banyak mailing list yang tersedia, biasanya disesuaikan dengan berdasarkan suatu hal sehingga mereka berkumpul di internet. Uniknya, media ini menggunakan email. Sehingga setiap anggota yang terdaftar, akan mendapatkan email dari masing-masing yang pesan yang masuk. Dengan adanya fasilitas mailing list ini, kita tidak perlu repot-repot mengetahui alamat semua kawan yang ada di dalam komunitas tersebut. Kita cukup tahu satu alamat dimana mereka berdiskusi. Dengan dikirimkan sebuah pesan ke alamat tersebut, maka semuanya akan langsung mendapatkan pesan yang anda kirim. Begitu juga jika ada yang menanggapi, maka semua anggota juga mendapatkan respon tersebut. Begitu seterusnya.

Katakanlah kita mengirimkan pesan ke kelompok tersebut yang anggotanya khusus untuk para pengambil keputusan dan pelaku bisnis diIndonesia. Maka diskusi mereka lebih cenderung kepada permasalahan yang ada antar sesama pelaku bisnis bahkan bisa saja cara untuk mencari partner bisnis. Cukup banyak kelompok ini yang tersedia di internet, yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Pada saat mendaftarkan diri anda dalam suatu mailing list, ada kalanya para pengelola meminta identitas anda, silakan diisi, mungkin diperlukan sebagai database mereka.

Adasedikit etika biasanya yang berlaku di dalam kelompok di internet, yang disebut dengan nettique (etika dalam dunia net ). Diantaranya adalah memperkenalkan diri kepada anggota lain yang sudah ada pada saat kita baru saja menjadi anggota kelompok tersebut, paling tidak sebagai say hello bahwa anda adalah anggota baru, sehingga kawan-kawan lainnya mengetahui kehadiran anda di dalam kelompok itu. Tidak memperkenalkan diri ke forum juga tidak masalah sebenarnya.

Setelah menjadi anggota, anda bisa terlibat aktif maupun pasif sebagai anggota. Jika anda tertarik untuk mengirimkan pesan maupun mengomentari pesan yang masuk untuk disampaikan ke forum. Biarkan mesin yang dituju yang mengelola kemana dan kepada siapa saja pesan anda disampaikan. Lalu, jika kita telah terikat dengan suatu mailing list, apakah bisa menarik diri dengan keanggotaan anda? Tentu bisa. Anda bisa melakukannya kapan saja, sesuai dengan ketentuan kelompok yang anda ikuti.

Diskusi Realtime, Teleconference, atau Chatting

Jika sudah akrab dengan seseorang, anda juga bisa mengetahui apakah kawan anda sedang online atau tidak. Tentu saja atas sepengetahuan yang bersangkutan, apakah beliau mengizinkan anda atau tidak mengetahui hal ini.

Kemudian, berdiskusi langsung dengan yang anda maksud secara online dan realtime . Diskusi bisa dilakukan dengan percakapan dengan mengetikkan pesan anda lalu saling menjawab, yang sering disebut dengan chatting . Atau bahkan hingga bercakap langsung dengan menggunakan suara, serta ditambah gambar yang ada di kamera, yang disebut dengan istilah teleconference.

Ikuti Sertifikasi Internasional

Hal ini tidak merupakan suatu keharusan, kecuali kalau anda ingin cepat memenangkan persaingan dalam menunjukkan kemampuan anda. Jika anda mengikuti pendidikan dengan sertifikasi internasional ini dan anda berhasil mendapatkan sertifikasi itu, ini merupakan suatu bukti bahwa anda mendalami bidang tersebut yang diakui tidak hanya di negara kita saja, namun dunia mengakuinya. Carilah sertifikasi yang kualified. Cukup banyak sertifikasi keahlian dalam bidang informatika ini.

Referensi:

Jack Febrian — Dosen dan Praktisi Teknologi Informasi di Bandung. 

Tradisi Copy-Paste Dalam Masyarakat Sadar Teknologi

Akhir-akhir ini pembajakan terhadap hasil karya seni orang lain semakin marak dilakukan dengan berbagai alasan dan motivasi.  Tetapi lebih banyak dilakukan dengan alasan komersial. Contoh nyatanya dapat kita lihat di Glodok atau di berbagai tempat yang menjual berbagai macam jenis barang dengan melanggar Hak Cipta dari barang yang dijual. Memperbanyak, menjual dan mengedarkan tanpa batas dan tentunya tanpa izin (royalty) dari sang pembuat hasil karya, merupakan bentuk tindakan kejahatan pidana. Yang bila ketahuan akan mendapatkan sanksi yang tidak kecil.

Budaya copy paste tanpa izin juga merupakan salah satu bentuk pembajakan hasil karya. Sadar atau tanpa kita sadari budaya copy paste tanpa izin yang sangat marak-maraknya terutama di kalangan pelajar ini, juga merupakan bentuk pelanggaran hak cipta dari suatu hal. Mungkin kita, kurang menyadari – atau tidak mau sadar-sadar – ketika kita melakukan copy paste milik orang lain – khususnya tulisan – tanpa izin, merupakan tindakan yang sama jahatnya seperti membajak dvd film dan mungkin dapat membuat rugi orang yang bersangkutan.

Kok bisa membuat rugi? Saya kan cuma meng-copy tulisan biasa di blog atau di situs resmi saja, memang nya itu dapat membuat rugi orang yang bersangkutan. Lagi pula saya kan tidak untuk maksud memperbanyak dan menjualnya kembali, tidak ada modus untuk komersial kok.

Mungkin dalam benak anda yang bijaksana berpikir seperti itu. Memang di sisi anda perbuatan anda itu terlihat tidak merugikan siapa pun, tetapi anda kan tidak tahu bagaimana orang yang membuat yang membuat tulisan itu menanggapi perbuatan anda itu. Anda benar-benar tidak tahu kan. Bagaimana kalau “tanpa sepengetahuan” anda, orang yang membuat hasil karya itu, sudah mengeluarkan pengorbanan yang tidak sedikit untuk menghasilkan karya tersebut? Kalau seperti itu pastinya orang yang membuat karya yang anda copy paste akan menuntut anda segera ketika mengetahui perbuatan anda itu. Apalagi kalau misalkan orang tersebut adalah seorang profesor pembuat buku terkenal yang sedang menyusun buku barunya dari tulisan-tulisan yang telah anda copy paste tanpa izin. Apalagi kalau profesor terhormat itu adalah salah satu dosen kuliah anda atau lebih parahnya rektor anda. Coba bayangkan bencana apa yang akan segera melanda anda.

Mungkin anda akan mengelak lagi, bertanya dalam hati. “Yah salah orang itu sendiri dong, kenapa tulisan-tulisannya dipublish secara umum! Saya kan hanya manusia yang sedang berusaha dan mendapatkan kesempatan.” Ya anda kan juga orang pintar tentunya, yang tahu bagaimana seharusnya anda berbuat. Anda kan juga pernah diajarkan mengenai perihal hak cipta suatu karya di mata pelajaran kewarganegaraan, kalau anda melakukan tanpa izin berarti anda dianggap menjarah dan dapat dikenakan sangsi. Biar hanya tulisan kecil di blog umum itu juga memiliki hak cipta. Jadi jangan anggap remeh perbuatan ini. Yang salahnya kita itu, kita malah sering berpura-pura bodoh, berpura-pura tidak tahu kalau yang kita lakukan itu perbuatan tidak baik – terlalu seringnya kita berpura-pura bodoh sehingga kita jadi bodoh betulan, hanya mengandalkan copy paste dan tidak mau berusaha menghasilkan karya sendiri. Sudah tidak mau berusaha, karya orang diakui sebagai hasil ciptaan sendiri lagi.

Saya pernah membaca sebuah blog orang Indonesia yang membahas tentang copas ini, tapi saya lupa alamatnya. Diblog itu membahas tentang perbedaan blogger bisnis Amerika dengan blogger bisnis Indonesia.

Blogger bisnis Amerika dipenuhi dengan original content, sedangkan blogger bisnis Indonesia lebih banyak ke arah copas. Tradisi copas ini terkadang hanya untuk membuat agar blog bisnisnya terupdate, yang penting ada isinya, sehingga nilai original sangat kecil bahkan hilang.

Banyak penyebab kenapa orang Indonesia, mungkin bukan Indonesia saja, karena penyebab ini sifatnya universal.

  1. Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional, sehingga kesulitan ini banyak dialami para blogger yang tidak bisa berbahasa Inggris, misal Indonesia, Thailand, Kamboja, Turki atau negara – negara yang tidak mendukung bahasa kedua.
  2. Kemandirian, seperti yang kita tahu bahwa negara – negara maju sudah sangat mendukung kemandirian atas pribadinya masing – masing, contoh : di negara maju anak muda yang masih belia sekitar 14 – 18 tahun tidak merasa malu jika bekerja part time, sedangkan di Indonesia anak yang berumur seperti itu dengan didikan orang tuanya selalu saja mengatakan bahwa tugas mereka hanya belajar dan sekolah belum saatnya bekerja.
  3. Kreativitas, mereka berani untuk mengambil resiko dengan peluang yang kecil agar bisa mengembangkan kepribadian dirinya. Walaupun akhirnya mereka gagal, tapi paling tidak mereka mau mencoba harapan baru.
  4. Pengalaman, dengan pengalaman mereka di waktu muda yang kreatif dan mandiri itu, mereka selalu siap dengan semua keadaan, sedangkan kita baru dimulai sejak tamat kuliah atau berhenti sekolah. Jadi kita lebih banyak terbentuk dari text book atau teori yang itu – itu saja.
  5. Berpikir Positif, kebanyakan orang kita berpikir negatif setiap ada peluang baru,  jangan – jangan penipuan, nanti rugi waktu, modal tidak kembali, dan sebagainya.

Saya tidak bermaksud menghakimi orang Indonesia, karena saya juga orang Indonesia, dan bangga sebagai orang Indonesia, saya juga masih copas dengan content, hanya saja perbedaan ini sangat lebar, sehingga orang – orang Indonesia yang sukses di Internet masih bisa dihitung dengan jari.

Pengalaman bisnis online saya saja baru di mulai umur 25 tahun sedangkan di Amerika umur 21 tahun saja sudah bisa menghasilkan lebih dari $10.000 perbulan bahkan lebih.

Mungkin topik ini bisa menjadi diskusi untuk orang Indonesia agar kedepannya bisa lebih berkualitas, saya juga mau memiliki original content, selain bernilai tinggi bagi adsense juga bisa menghasilkan traffic yang tinggi.

Mungkin saran dibawah ini bisa membantu anda yang copas :

  1. Ambil topik dari blog yang sudah terkenal, misalnya topik article marketing, anda sewa penulis content, dan buatkan content tentang article marketing sekitar 200 kata,  harga sekitar $1 – $5.
  2.  Ambil topik seperti no. 1, coba anda tulis sendiri dengan bahasa Indonesia topik tentang article marketing, lalu anda translate ke bahasa Inggris, bisa buka kamus sendiri atau menyewa translator.
  3.  Banyaknya article gratis di Internet terumata di website – website article membuka peluang baru bagi para copas, tapi jika ada ingin yang original, sebaiknya ambil contentnya yang topiknya sejenis, lalu rangkum dengan bahasa anda sendiri , ( lihat no.2 ) misalnya setiap 5 article yang ada dapatkan anda rangkum menjadi 1 article yang original dan fresh (Ingat , gunakan bahasa sendiri – jangan merangkum copas).
  4.  Niat belajar, walaupun kita sudah telat untuk belajar bahasa Inggris, tapi coba untuk niatkan kursus kembali atau belajar otodidak, dengan menulis sendiri content bahasa Inggris walaupun masih berlepotan dalam grammarnya, yang penting mau berusaha.

Sebaiknya kita itu kalau mau copy paste milik orang lain, ya harus merendahkan diri untuk meminta izin kepada orang yang bersangkutan. Kalau memang orangnya mengizinkan, baiknya kita tetap mencantumkan asal sumber nya dari mana dan kalau perlu dicantumkan siapa yang membuat. Agar kita pun bisa sama-sama enak, tidak merugikan orang lain dan setidaknya kalau kita lain kali ingin copy paste lagi dari sumber yang sama, diperbolehkan lagi. Dan juga tindakan copy paste adalah suatu tindakan penyia-nyiaan talenta yang kita miliki. Dengan copy paste memang mempersingkat waktu tetapi tindakan ini membuat kita untuk tidak mau berpikir keras dan mengutarakan pemikiran -pemikiran kita yang sebenarnya brilian. Kalau kita bisa mendapatkan nilai lebih baik atau lebih bisa mendapatkan rating blog lebih tinggi dengan hasil karya-tulisan kita sendiri, kenapa enggak? Ayo kita semua yang bijaksana gunakan otak kita secara bijaksana juga.